Memberi informasi kondisi keamanan pangan di Jawa Tengah

Terbaru

Prosedur Pengajuan Sertifikasi Prima 3

Berikut ini merupakan prosedur pengajuan sertifikasi prima 3 pada OKKPD Provinsi Jawa Tengah:

prosedur sertifikasi prima 3

KEGIATAN OKKPD PROVINSI JAWA TENGAH

mangga dan melon

Penyerahan Sertifikasi Prima 3 Komoditas Mangga dan Melon oleh Ketua OKKPD Prov. Jateng


Kelompok Tani Bina Usaha, Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman Kab Pemalang, komoditas Mangga arummanis Off season bersama dengan Komisi Teknis, Dr. Ir. Kasdi Subagyono, MSc. dan Manajer Mutu, Ir. SH. Arifin, MM

Penyerahan Sertifikasi Prima 3 Kelompok Tani Ngudi Cukup Desa Kamongan, Kec. Srumbung, Kab. Magelang.

PROSEDUR SERTIFIKASI DAN PELABELAN PANGAN SEGAR

Berikut ini merupakan mekanisme sertifikasi dan pelabelan pangan segar:

Mekanisme Sertifikasi

Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Jawa Tengah

Tuntutan konsumen terhadap produk pangan khususnya produk-produk hasil pertanian untuk mampu memberikan jaminan atas keamanan produk yang dihasilkan baik dari cemaran zat-zat kimia berbahaya maupun cemaran biologis.

Sesuai dengan UU. Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan, sebagai wujud perlindungan konsumen perlu adanya sertifikasi sebagai bentuk jaminan atas keamanan pangan. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat terhadap produk hasil pertanian yang juga merupakan jaminan bahwa suatu produk memenuhi persyaratan standar atau spesifikasi aman dikonsumsi dan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan sehingga persyaratan sertifikasi merupakan salah satu  bentuk Technical Barrier to Trade guna membendung masuknya produk-produk hasil pertanian dari luar.

Standar dan sistem standar mutu merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari pembinaan mutu hasil pertanian sejak proses produksi bahan baku hingga produk ditangan konsumen. Penerapan sistem standarsasi secara optimal sebagai alat pembinaan mutu hasil pertanian bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi maupun produktivitas di bidang pertanian yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing dan mendorong kelancaran pemasaran komoditi pangan serta mendorong berkembangnya investasi di sektor pertanian

Sebagai salah satu wujud dari langkah antisipasi tersebut, dibentuk instansi pelaksana otoritas kompeten mulai dari Pusat yang disebut dengan OKKPP (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat), OKKPD (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah) Provinsi dan Kabupaten/Kota. Tugas dari Otoritas kompeten tersebut adalah melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha produk pertanian serta memberikan setifikat pada produk pertanian pangan segar sesuai dengan persyaratan sistem jaminan mutu pangan hasil pertanian.

Pengertian-Pengertian.

  1. Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah yang selanjutnya disebut OKKP-D adalah institusi atau unit kerja di lingkup Pemerintah Daerah sesuai dengan tugas fungsinya diberikan kewenangan untuk melaksanakan pengawasan Sistem Jaminan Mutu Pangan Hasil Pertanian dan telah lulus verifikasi oleh OKKP-P
  2. Sistem Jaminan Mutu adalah tatacara dalam bentuk tanggung jawab, prosedur, proses, sumberdaya organisasi untuk menghasilkan produk sesuai standar dan atau regulasi teknis yang berlaku
  3. Pangan hasil pertanian adalah pangan segar yang berasal dari tumbuhan dan hewan yang  belum mengalami pengolahan, yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan pangan.
  4. Sertifikasi adalah  pemberian sertifikat kepada pelaku usaha pangan hasil pertanian sebagai bukti pengakuan bahwa pelaku usaha panga hasil pertanian tersebuttelah memenuhi persyaratan dalam menerapkan sistem sistem jaminan mutu pangan hasil pertanian.
  5. Verifikasi adalah serangkaian kegiatan pengakuan formal oleh OKKP-Pusat kepada OKKP-Daerah melalui proses penilaian pemenuhan persyaratan OKKP-Daerah terhadap pedoman BSN 401-2000.
  6. Mutu adalah nilai pangan yang ditentukan atas dasar kriteria keamanan pangan, kandungan gizi dan standar perdagangan terhadap bahan makanan, makanan dan minuman.
  7. Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan terkontaminasi oleh cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.
  8. Sertifikat hasil uji adalah keterangan tertulis yang diberikan oleh Laboratorium Penguji yang telah diakreditasi atau ditunjuk untuk menyatakan bahwa produk yang diuji telah memenuhi standar yang dipersyaratkan.
  9. Sertifikasi mutu pangan adalah rangkaian kegiatan penerbitan sertifikat terhadap pangan yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan  dan merupakan jaminan tertulis yang diberikan oleh Laboratorium Penguji Mutu, Lembaga Sertifikasi, Lembaga personel, atau Lembaga Inspeksi Mutu Pertanian yang telah diakreditasi atau ditunjuk oleh Menteri yang menyatakan bahwa pangan tersebut telah memenuhi kriteria tertentu dalam standar mutu pangan yang bersangkutan.
  10. Standar adalah spesifikasi atau persyaratan teknis yang dibakukan, termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan    konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.
  11. Inspektor/pengawas mutu hasil pertanian adalah personel yang secara resmi ditugaskan oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) untuk melakukan pengawasan dan penilaian terhadap unit usaha atau lembaga dalam menerapkan sistem jaminan mutu pangan yang ditentukan.
  12. Verifikator adalah personel yang ditugaskan oleh OKKP-Pusat dalam proses verifikasi OKKP-Daerah.
  13. Petugas Pengambil Contoh (PPC) adalah personel yang ditugaskan oleh OKKP atau Laboratorium uji dalam proses pengambilan contoh produk untuk keperluan pengujian mutu.
  14. Laboratorium penguji adalah Laboratorium penguji mutu dan keamanan pangan hasil pertanian.
  15. Lembaga sertifikasi adalah lembaga yang menerbitkan sertifikat jaminan mutu pangan hasil pertanian.
  16. Label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan.
  17. Prima Satu (P-1) adalah peringkat penilaian yang diberikan terhadap pelaksanaan usaha tani dimana produk yang dihasilkan aman dikonsumsi, bermutu baik serta cara produksinya ramah terhadap lingkungan.
  18. Prima Dua (P-2) adalah peringkat penilaian yang diberikan terhadap pelaksanaan usaha tani dimana produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dan bermutu baik.
  19. Prima Tiga (P-3) adalah peringkat penilaian yang diberikan terhadap pelaksanaan usaha tani dimana produk yang dihasilkan aman dikonsumsi.
  20. Good Manufacturing Practices (GMP) adalah suatu pedoman yang menjelaskan cara memproduksi pangan agar bermutu, aman, dan layak dikonsumsi.
  21. Good Handling Practices (GHP) adalah suatu pedoman yang menjelaskan cara penanganan pangan agar bermutu, aman, dan layak dikonsumsi.
  22. Good Farming Practices (GMP) adalah suatu pedoman yang menjelaskan cara budidaya ternak agar bermutu, aman, dan layak dikonsumsi.
  23. Nomor Kontrol Veteriner adalah sertifikat sebagai bukti tertulis yang sah telah dipenuhinya persyaratan hygiene sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan pada unit usaha pangan asal hewan
  24. Jaminan varietas adalah jaminan terhadap produk yang menunjukan kebenaran tentang keaslian varietas yang dinyatakan dalam label.
  25. Pangan organik adalah pangan yang berasal dari suatu pertanian organik yang menerapkan praktek-praktek pengelolaan yang bertujuan untuk memelihara ekosistem dalam mencapai produktivitas yang berkelanjutan dan melakukan pengendalian gulma, hama dan penyakit  melalui berbagai cara seperti daur ulang sisa-sisa tumbuhan dan ternak, seleksi dan pergiliran tanaman, pengelolaan air, pengloanaan lahan dan penanaman serta penggunaan bahan-bahan hayati.
  26. Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) adalah suatu konsepsi manajemen mutu yang diterapkan untuk memberika jaminan keamanan dari produk pangan.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.